Taqwallah Resmi Sekda Aceh, Bardan Sahidi :  Jangan Biarkan Aceh Sakit dengan Kinerja Rendah

LayarSatu, Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh yang baru dilantik dr. Taqwallah, M.Kes, sebelumnya menjabat Asisten II dan juga merangkap sebagai Ketua Tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan APBA (P2K-APBA), masih mempunyai tugas yang menumpuk. Yakni dalam mengawal pembangunan dan realisasinya, baik fisik maupun keuangan.

Kemudian paska pelantikan diharapkan mampu mengejar dan menagih piutang dari pihak ketiga sebagai penerimaan Pendapatan Asli Aceh (PAA).  Piutang ini telah terakumulasi sejak tahun sebelumnya, dari sumber pemanfaatan kekayaan Aceh oleh SKPA pada sejumlah objek penting. Adapun yang masih menjadi ‘PR’ Sekda baru, seperti ;

  1. Penyewaan Hotel/Mess Pemerintah Aceh di Jakarta kepada Amazing Hotel senilai Rp. 7,5 Milyar dari kontrak tiap tahun sejak 2015.  Dengan rincian, Tahun 2015 Rp. 2.5 Milyar, Tahun 2016 : Rp. 2,5 Milyar dan Tahun 2017 : Rp. 2,5 Milyar. Sedangkan tahun 2018 telah diputus kontrak.
  2. Sewa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Eks BRR Rp.500 juta di Dinas Perhubungan Aceh.
  3. Piutang BLUD RSU Zaenal Abidin Banda Aceh Rp. 201 Juta.
  4. Sejumlah sewa dari pemanfaatan kekayaan daerah Aceh disejumlah SKPA dan kabupaten/kota mencapai angka Rp. 8.193.898.610.

Bukannya itu, Sekda dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), sebelumnya juga belum menyampaikan secara jelas dan rinci, deposito keuangan Aceh pada sejumlah Bank. Sehingga penerimaan Aceh dari jasa giro dan deposito tidak terlihat. Dalam memori serahterima jabatan ini juga harus disampaikan dengan lengkap dan rinci.

Tak  cukup sampai disitu pada realisasi dan serapan anggaran Pemerintah Aceh juga lemah. Bahkan dari sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Bidang fisik dengan Pagu anggaran sebesar Rp 1.262 Triliun dengan realisasi Rp 1.218 Triliun, dengan sisa Rp 44 miliar atau 5%. DAK sumber APBN dalam makna dana sudah tersedia eksisting Rp. 213 M di tahun 2018 tidak juga dapat dicairkan.

“Data dihimpun dari hasil audit LHP BPK RI Tahun 2018, ini menjadi tumpukan tugas sekda baru yang dikenal pekerja keras dan tidak kenal kompromi itu. Akhirnya saya mengucapkan selamat bertugas dokter Taqwa, jangan biarkan Aceh sakit dengan kinerja rendah,” ujar Bardan Sahidi anggota Komisi III DPR Aceh Fraksi PKS ini. [rel]

Komentar
Loading...