Tim Gabungan TNI-Polri Tangkap 3 Anggota KKB Papua

LayarBerita, Jayapura – Tim gabungan TNI-Polri berhasil menangkap tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di wilayah Puncak Jaya,Papua, yakni berinisial TW (25), SM (20), dan OW (26).

“Ketiganya ditangkap petugas Polda Papua bersama jajaran Kodam XVII/Cenderawasih di waktu dan lokasi berbeda,” ungkap Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Selasa (2/6/2020).

Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan ketiga anggota KKB itu diduga terlibat kasus penembakan terhadap mantan Kapolri Tito Karnavian ketika menjabat Kapolda Papua. Selain itu, mereka juga diduga terlibat serangkaian aksi penyerangan yang menewaskan warga sipil maupun anggota Polri.

Disebutkan terduga OW diketahui ikut dalam aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personel Polri. Sedangkan TW dan SM terlibat aksi penembakan pada 30 Maret 2020 di Kuala Kencana, yang mengakibatkan satu WNA atas nama Graeme Thomas Wall meninggal dunia.

Dalam penangkapan itu tim gabungan TNI-Polri menyita barang bukti dari tangan terduga TW dan SM berupa 8 butir selongsong kaliber 5,56, dan 6 butir selongsong kaliber 7,62 x 51 mm, 6 amunisi 7,62 x 39 mm, serta 10 selongsong 7,62 x 62 mm.

Sedang dari OW, polisi menyita barang bukti 1 buah tas warna hitam, 1 buah kemeja warna putih garis abu-abu, 2 unit handphone, dan 1 barang elektronik berupa tablet.

Dijelaskan TW dan SM sebagai anggota KKB wilayah Kalikopi Timika pimpinan Antonius Aim diringkus pada 29 Mei 2020. Keduanya terlibat penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana,
Dalam aksi penembakan itu, terduga TW berperan sebagai pembawa tas milik Joni Botak (pemimpin operasi) yang berisi 2 buah magazen dan peluru amunisi. “TW terlibat dalam penembakan karyawan PT Freeport,” jelas Kapolda.

Sedangkan tersangka OW ditangkap di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, pada 31 Mei 2020, pukul 19.30 WIT. Tersangka OW merupakan DPO yang terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik Polri dan TNI.

Terduga OW juga diketahui terlibat aksi penembakan terhadap Tito Karnavian saat menjabat sebagai Kapolda Papua pada 28 November tahun 2012. Saat itu, Tito dan rombongan bermaksud mengunjungi TKP Polsek Pirime yang diserang KKB Papua itu.

Terduga OW adalah pasukan KKB pimpinan Purom Okiman Wenda. OW melepaskan tembakan ke arah rombongan Tito Karnavian.

Berikut catatan Polda Papua terkait aksi teror yang dilakukan OW:
1. Perampasan SMR (senjata mesin ringan) jenis Arsenal di Kabupaten Puncak Jaya pada Januari 2011 yang mengakibatkan 1 personel Brimob Papua meninggal dunia.
2. Penyerangan serta perampasan senpi organik jenis revolver milik Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya pada November 2011.
3. Perampasan senpi organik Res Lanny Jaya jenis AK47 yang dipegang oleh Brigpol Amaluddin Elwakan tahun 2011 di Tiom Kabupaten Lanny Jaya.
4. Penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada bulan November tahun 2012 yang mengakibatkan tiga anggota polsek itu meninggal dunia.
5. Penembakan terhadap mantan Kapolri Jendral (Purn) Tito Karnavian, yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Papua pada 28 November 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek Pirime.

6.Penyerangan dan penembakan serta pencurian senjata api anggota Polri di Jalan Trans Indawa-Pirime pada 28 Juli 2014.
7. Penembakan terhadap anggota TNI 756 di lapangan terbang di Distrik Pirime Kabupaten Lanny Jaya mengakibatkan 1 personil TNI luka tembak pada 2015.
8. Penembakan terhadap personel Satgassus Papua (Satgas Gakkum saat ini) pada bulan Desember tahun 2017 di Puncak Popome saat melaksanakan giat pemetaan.
9. Penembakan atas aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga Kabupaten Lanny Jaya pada 3 November 2018.

Komentar
Loading...