Pentolan Pasukan Peudeung Tewas Ditembak Saat Penyergapan 

LayarSatu, Lhokseumawe  –  Abdul Rahman (30) yang diklaim sebagi pelaku kriminal bersenjata oleh pihak kepolisian tewas ditembak saat penyergapan, Minggu (1/12/2019) sekira pukul 21.20 Wib di Desa Puenteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Tim gabungan Polda Aceh, Satuan Brimob Polda Aceh, Polres Lhokseumawe melakukan penyergapan, lantaran Abdul Rahman alias Rahman Peudeung alias Rahman Teuntra telah menebar sejumlah teror terhadap masyarakat dan diduga memiliki senjata ilegal dan sejumlah bahan peledak.

Sebelumnya, pelaku melakukan pengancaman terhadap sebuah sekolah dan TNI/Polri. Awalnya tim telah tiba dilokasi dan melakukan pengepungan oleh tim sejak pukul 18.30 Wib. Tim akhirnya secara visual melihat pelaku, dan akhirnya melakukan penyergapan.

“Saat penyergapan, pelaku memberikan perlawanan dengan menembak ke arah petugas. Pelaku diduga bagian dari kelompok kriminal bersenjata yang selama ini cukup meresahkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra Trinugraha Herlambang, dalam konferensi pers, Selasa (3/12/2019) di Mapolres Lhokseumawe.

Setelah pelaku tertembak, tim Jibom Den B Brimob Jeulikat Polda Aceh, melakukan sterilisasi dari tubuh dari pelaku.  Hal ini lantaran diduga masih terdapat bahan peledak.

Menjelang pagi esok harinya, Senin (2/12/2019), polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengeledahan di lokasi persembunyian Rahman Peudeng. Sebelumnya tim jibom juga melakukan strerilisasi, untuk mencari sejumlah bahan peledak.

Sebelumnya didapat info, kalau pelaku memiliki senjata illegal dan menyimpan sejumlah bahan peledak. Saat penyisiran lokasi, petugas menemukan sejumlah bahan peledak yang ditanam oleh pelaku. Sejumlah barang bukti dari tiga lokasi ditemukan oleh tim Jibom.

Penemuan barang bukti oleh personel kepolisian, yakni, pecahan semen, mancis dan satu buah granat, kabel, baterai, dan anak hecter, dan sebuah baterai.

“Bahan peledak yang ditemukan dilokasi, dibawa ke Mako Brimob Jeulikat untuk di disposal,” terang Indra T Herlambang.

Menurut Indra, tim gabungan melakukan penyelidikan dan penyergapan karena adanya laporan dari masyarakat. Sebab sebelumnya pelaku diduga telah memasang bendera alam peudeng warna hijau di tiang bendera SDN 17 Sawang, Aceh Utara.

Bahkan menggantung sebuah benda mirip bahan peledak di tiag bendera tersebut. Mendapat info ini, petugas kepolisian mengamankan bendera dan benda yang diduga bahan peledak ke Polsek Sawang.

Usai memasang bendera dan benda mirip bom, pelaku diduga melakukan pembakaran pintu sekolah pada Senin 25 november 2019 sekira pukul 21.00 Wib.  Serta pelaku juga memposting video aksinya di akun facebook armadaacehaceh.

“Kita juga mengamankan satu senjata laras panjang rakitan yang diduga milik pelaku.  Serta sejumlah barang bukti lainnya.  Kini jenazah pelaku sudah dikubur oleh pihak keluarga kemarin,” terang Indra.

Ditanya apakah ada tersangka lain? Terkait hal ini pihak polisi sedang melakukan penyelidikan dan tidaktertutup kemungkinan masih ada tersangka lainnya.  Namun sejauh ini, polisi masih mengindentifikasi bahwa pelaku murni dari kelompok kriminal bersenjata.

“Pelaku sejauh ini masih murni sebagai pelaku kriminal bersenjata.  Jadi belum ada indikasi terhadap aktifitas lainnya,” sambung Kasat Reskrim.

Adapun barang bukti lainnya adalah, satu Kotak bubuk mesiu, selembar bendera alam peudeung warna hijau, baterai kering sepeda motor, gulungan kabel dan satu rompi.

Aksi pelaku melanggar pasal 187 ke 1e KUHP, Pasal UU ITE, Pasal 1 ayat 1 UU No 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak.  Ancaman dari pelanggaran aturan hukum tersebut, pidana hukuman mati, hukuman seumur hidup dan hukuman penjara 20 tahun, tutup Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe. [red]

Komentar
Loading...