Status Rahman Peudeung di Akun Facebook Sebelum Ditembak

LayarSatu, Lhokseumawe – Polisi telah melakukan pelumpuhan terhadap Abdul Rahman (30) alias Rahman Peudeung alias Rahman Teuntra dalam sebuah penyergapan, Minggu (1/12/2019) sekira pukul 21.20 Wib di Desa Puenteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Provinsi Aceh. Saat penyergapan, sempat terjadi kontak senjata, namun pelaku tewas tertembak peluru tim gabungan.

Dilansir dari layarberita.com, sebelumnya, Rahman Peudeung diduga telah melakukan pengancaman disebuah sekolah, yakni SDN 17 Sawang Aceh Utara, dengan memasang sebuah bendera alam peudeung warna hijau dan sebuah benda mirip bahan peledak.  Bukan itu saja, pelaku juga telah membakar pintu sekolah tersebut dan memposting video tersebut di akun facebook armadaacehaceh.

INi sejumlah postingan pelaku pada facebook armadaacehaceh, pada 25 November 2019 pukul 21.03 Wib, pelaku di akun facebook armadaacehaceh memposting status,”Contoh Barang, Persiapan 4 Desember Untuk Menunggu Kafir Laknatillah dan PKI Hindunisia, 100 Uranium Rakitan TNA, Di Jalan Kam TNA yang bertempat di Gampong Puenteut Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Jika Densus 88 dan Brimob dan Gegana Ada Nyali Coba Kalian Jinak Kita Mau Lihat Seberapa Hebatnya PKI Hindunisia di Perperangan Tahun,,,,

Lalu postingan dengan status “INi Merupakan Peringatan Terakhir Kami Kepada Seluruh TNI Polri, Kemarin Kalian Telah Menurunkan Bendera Allah dan Kami Juga Membalas Perbuatan Kalian dan Apabila Kalian Menurunkan Bendera Kami TNA Lagi Maka Jangan Salahkan Kami, Kami Atas Nama TNA Bersumpah Demi Allah, Demi Rasulullah, Demi Auli Allah, Akan Menembak Seluruh Keluarga TNI Polri Yang Ada di Aceh Walau Sekalipun Itu Saudara Kami Sampai 7 Keturunan Kalian, Kami Tidak Pandang Bulu Bahkan Yang Disamping Rumahku Ada Anggota Kalian, Cam Kan Kata Ku, Kalian Wajib Sadar Karena Kalian Ciptaan Allah, Sekali Saya Mohon Ini Peringatan Terakhir Kami TNA,,,,

Selain itu, pada Jumat 29 November 2019, sekira pukul 21.01 Wib, pelaku memposting ujaran berupa ancaman kepada TNI/Polri. “Wahai TNI dan POLRI, Kalian Harus Ingat Perjanjian MoU. Apabila Kalian Keluar dari Pos Jarak 500 Meter membawa Senajat, kami Langsung menembak Polisi dan TNI dan Keluarga Kalian yang berada di Kampung Kami Demi Allah. Kami TNA, Tidak Pilihan Lain Kalian Telah Banyak Mengingkari Janji-Janji MOU, Dan Jika Kalian Melepaskan Tembakan Kekami, Maka Besok Pagi, PBB Islam Dari Turki Usmani Yang Akan Menyelesaikan Maslah Ini’

Selanjutnya, pada Jumat 29 November pukul 21.03 Wib, pelaku juga memposting status sebagai berikut : “Bismilahnirrahmannirahim 6666 Ayat Al quran Sebagai Pedoma Hidup Manusia Yang Disimpulkan Kedalam Surat AlFatiha Kemudian Disimpulkan Kedalam Bismillanirahmannirahim dan disimpulkan Kedalam Satu Huruf Yaitu,,Aleeh dan Berpegang Teguhlah Wahai Manusia,,Kepada Aleeh Allah,,Dan Berpeganglah Wahai Manusia,,Demi Menegakkan Hukum Allah,,Dan 6666 Ayat Urat yang Ada Dalam Tubuh Manusia,,Di Ciptakan Allah,,Hanya Unutk Menegakkan Hukum Allah,,Dan Ketahuilah Wahai Manusia 666 TNA,,Tentara Muhammad Hanafiah, Al Imam, Al Mahdi,,,Yang Akan Berjuang Dijalan Allah Setelah Aku Di Bunuh Oleh Kaum PKI Hindunisia,,Tiada yang Tidak Mungkin Jika Allah Menghendaki, Aminn Ya Allah, Amin Ya Rahman, Amin Ya Mannan, Amin Ya Karim, Amin Ya Allah,,,,

Pelaku usai dilumpuhkan dievakuasi ke RSU Cut Mutia dan setelah dilakukan visum, jenazah dibawa pulang kerumah duka sekitar pukul 14.00 Wib Senin (2/12/2019) yang dijemput oleh keluarganya. [red]

Komentar
Loading...