Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Penipuan Investasi Travel Umroh

LayarSatu, Bandung – Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan status Yusuf Abdul Latief, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan berkedok umrah, Rabu, (3/6/2020). Tersangka merupakan salah seorang putra dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Bayyinah Garut.

Selain menaikkan status menjadi penyidikan, petugas Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Jabar juga menetapkan Yusuf Abdul Latief, pemilik Travel Umroh Al Bayinnah yang berkantor di Garut, sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Saptono Erlangga Waskitoroso menjelaskan, peningkatan status kasus dugaan penipuan oleh Yusuf Abdul Latief, pemilik Travel Umroh Al Bayyinah itu dilakukan penyidik setelah melakukan gelar perkara pada akhir bulan Mei.

Dari gelar perkara itu, penyidik menyimpulkan terdapat perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan Yusuf. Sehingga, selain status perkara naik ke penyidikan, juga menetapkan Yusuf Abdul Latief yang sebelumnya terlapor menjadi tersangka.

“Kasus dugaan penipuan oleh pemilik Travel Umroh Al Bayyinah, Yusuf Abdul Latief naik ke penyidikan. Terlapor Yusuf Abdul Latief dinaikkan sebagai tersangka,” terang Kombes Pol. Saptono Erlangga Waskitoroso.

Tersangka bisa dijerat dengan pasal tentang penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 372 dan 378 KUHPidana, sehubungan investasi bodong dengan nama Travel Umroh Al-Bayyinah. Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan pidana penjara selama 4 tahun, tutup Kabid Humas Polda Jabar. [tribrata]

Komentar
Loading...