Kasus Karhutla, Polri Tetapkan 10 Orang Tersangka

LayarSatu, Jakarta – Sejauh ini pihak Kepolisian telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pelaku dalam aksinya rata-rata melakukan hal tersebut secara personal, bukan sebagai pihak perusahaan.

“Sudah berhasil diamankan 10 orang itu, lebih banyak kepada individu. Yakni dari wilayah Sumatera, di Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi,” jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, Rabu (7/8/2019).

Karo Penmas tidak merinci total luas area yang menjadi lokasi kebakaran hutan. Data tersebut sepenuhnya ada di posko Satgas Karhutla Bareskrim Polri. “Ada di data itu. Lengkap semuanya,” jelas Karo Penmas.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tidak mau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2015 terulang kembali. Presiden pun menegaskan tak segan mencopot para Kapolda, Kapolres, Danrem, hingga Pangdam yang tidak mampu mengatasi Karhutla.

“Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan, jika tak bisa atasi Karhutla),” tegas Jokowi.

Sambung Presiden, kemarin dirinya sudah menelpon Panglima TNI. “Saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi tiga atau empat hari yang lalu ke Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” sambungnya.

Untuk itu, Jokowi meminta agar pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kapolda dan Pangdam dalam menangani kebakaran hutan hingga melakukan pencegahan. Menurut dia, menghilangkan Karhutla memang sulit, tetapi harus ditekan dengan pencegahan.

“Api sekecil apa pun segera padamkan. Kerugian gede sekali kalau kita hitung. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai,” ucap Jokowi. [tribrata]

Komentar
Loading...