Mantan Pimpinan UPTD RSUD Lembang Jadi Tersangka Korupsi BPJS

LayarSatu, Lembang – Mantan Kepala dan Bendahara UPTD RSUD Lembang, yakni dr. OH dan MS ditetapkan Polda Jawa Barat sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan dana klaim BPJS di Unit Pelayanan Teknis (UPT).

Hal tersebut diungkap oleh Wadirreskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Barata dalam konferensi pers yang digelar di Polda Jabar, Selasa (6/8/2019). Keduanya diduga menyalahgunakan klaim dana BPJS selama satu tahun sebesar total Rp11.4 miliar.

Awalnya, pada periode 2017, pihak UPT RSUD Lembang mengklaim dana BPJS sebesar Rp5.5 miliar secara bertahap. Kemudian, klaim untuk periode awal 2018 hingga September 2018 juga diajukan secara bertahap sebesar Rp5.8 miliar. Sehingga, jumlah dana klaim BPJS RSUD Lembang mulai dari 2017 hingga September 2018 yang masuk ke rekening RSUD Lembang adalah sebesar Rp11,4 miliar.

Setelah masuk rekening rumah sakit, pihak RSUD Lembang seharusnya menyetorkan uang tersebut ke Kas Daerah Kabupaten Bandung Barat sebagai pendapatan dalam APBD Kabupaten Bandung Barat.

“Namun, sebagian besar dana tersebut malah diselewengkan. Dari total angka tersebut, hanya Rp3,7 miliar yang disetorkan ke kas daerah. Sehingga, sebanyak Rp7,7 miliar sisanya digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Hari Barata.

Uang hasil penggelapan BPJS, sambungnya, ada yang dibelikan rumah, tas mewah, keramik (guci), dan tanah di wilayah Kota Jambi. Pihak penyidik telah melakukan penyitaan di Jambi, jelas Wadirreskrimsus Polda Jabar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, total kerugian Negara dalam kasus tersebut mencapai Rp7,7 miliar. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Ditreskrimsus agar segera dapat melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaa Tinggi Negeri (Kejati). [tribrata]

Komentar
Loading...