Indonesia Nunggak Iuran Patungan Pesawat Tempur KFX/IFX

Layarsatu.com –  Indonesia dikabarkan menunggak kewajiban pembayaran untuk proyek bersama dengan Korea Selatan untuk mengembangkan jet tempur generasi berikutnya. Hal ini seperti diberikan oleh Yonhap (7/10/2019) dengan alasan masalah keuangan, data oleh agen pengadaan senjata.

Dilansir dari militermeter.com, Indonesia merupakan mitra pada proyek KF-X Korea Selatan untuk mengembangkan pesawat tempur dalam negeri, yakni dalam upaya pengadaan pesawat tempur untuk angkatan udara sendiri dan meningkatkan industri dirgantara. Negara sepakat untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan proyek 8,8 triliun won (US $ 7,36 miliar).

Tetapi hingga memasuki bulan Oktober, Indonesia gagal membayar 301 miliar won yang seharusnya dibayar pada akhir September, menurut data oleh Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA). Sejauh ini, ia telah membayar 272,2 miliar won.

“Mengikuti permintaan Presiden Indonesia pada 2018 untuk pembicaraan tentang pembayaran, Korea Selatan membentuk badan konsultansi pemerintah dan telah mengadakan diskusi tingkat kerja dengan Jakarta,” ujar DAPA, yang tercatat bahwa kedua pihak telah bertemu empat kali dalam tahun ini.

Meskipun terjadi keterlambatan pembayaran, pihak Indonesia terus mengirim para penelitinya ke Korea Selatan untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan,” kata Kim Joong-ro dari oposisi kecil Partai Bareunmirae.

Pada Juli, 114 insinyur Indonesia dikirim ke Korea Selatan untuk bekerja dengan Korea Aerospace Industries Co. (KAI), satu-satunya pabrikan pesawat terbang negara itu, untuk merancang dan membuat prototipe pesawat tempur, menurut pejabat DAPA.

Bulan lalu, DAPA mengonfirmasi bahwa desain untuk jet tempur memenuhi semua persyaratan militer, yang memungkinkan proyek untuk melanjutkan ke tahap berikutnya membangun prototipe.

Prototipe akan siap pada paruh pertama 2021, dan agensi sedang mengincar 2026 untuk penyelesaian pembangunan, yang dimulai pada 2016, menurut DAPA. [militermeter.com]

Komentar
Loading...