Reskrim Tangkap Oknum PNS Pemerkosa dan Miliki Senpi Ilegal

LayarSatu, Lhokseumawe – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemko Lhokseumawe ditangkap jajaran Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, dengan sangkaan melakukan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi berinisial R (24).  Selain itu pelaku yang juga merupakan anak mantan orang nomor di Lhokseumawe itu, dibekuk karena kepemilikan senjata api illegal.

Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, berhasil membekuk  M (38), di kediamannya kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe,  Kamis, (21/12/2017) siang, sekira pukul 15.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu dan Kanit PPA, dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Jumat (22/12/2017) pagi menjelaskan, penangkapan pelaku dari laporan korban pada 8 Desember 2017, ke Mapolres Lhokseumawe.

Berdasarkan keterangan korban, kronologis kejadian berawal pada hari Kamis, tanggal 7 Desember 2017 sore, sekira pukul 19.00 WIB, saat itu korban bersama pacarnya An sedang berjalan di kawasan waduk Reservoir, Kota Lhokseumawe.

Tiba-tiba datang pelaku M yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban dan pacarnya, dan langsung menodongkan senjata api jenis pistol. Kepada korban dan pacaranya, pelaku M mengaku anggota polisi yang sedang melaksanakan razia Narkoba, dan akan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan pacarnya.

Pacar korban An yang ketakutan akan diperiksa oleh pelaku M, mendadak kebelet kencing. Saat An melepaskan hajatnya yang membelakangi korban dan tersangka, seketika itu pelaku M membawa lari korban dengan sepeda motor.

Setibanya di ruko milik pelaku di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, korban langsung dicekik dan dibuka paksa seluruh pakaian korban, lalu pelaku melampiaskan nafsu bejatnya.

Bahkan korban sempat disekap selama satu malam, selama itu pula korban diperkosa oleh pelaku sebanyak tiga kali.

Menindaklanjuti laporan itu,, setelah melakukan penyelidikan lebih kurang dua minggu, dan mendapat informasi serta cukup bukti, pelaku M langsung dibekuk dikediamannya yang tidak jauh dari TKP, tanpa adanya perlawanan.

Dari pengembangan yang dilakukan dan penggerebekan di TKP, petugas berhasil menemukan senjata api jenis pistol Merk Baretta Caliber 320 ACP beserta 8 butir peluru yang disimpan di dalam laci meja di sebuah kamar pada ruko milik pelaku yang juga oknum PNS disalah satu instansi di Pemko Lhokseumawe.

Dari pengakuan pelaku M, senjata api itu milik temannya berinisial A di Banda Aceh yang dititipkan kepada dirinya. Ia juga mengtakan senjata api merupakan sisa-sisa konflik Aceh, dan sudah selama 1 tahun berada ditangannya.

Selain itu petugas juga menyita barang bukti milik korban berupa satu helai jibab warna hitam, satu helai baju warna biru dongker, satu helai celana kain warna hitam, satu buah celana dalam warna krim, dan satu buah bra warna coklat tua.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah, dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Tentang Kepemilikan Senjata Api. (BIM)

Komentar
Loading...