Warga Serahkan Orangutan Sumatera Kepada BKSDA Aceh

LayarSatu, Aceh Timur – Personel Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe Resor Wilayah 12 Langsa, bersama Tim Orangutan Information Center (OIC) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, didampingi anggota Sub Denpom IM/1-2 Langsa, melakukan penyelamatan seekor Orangutan Sumatera (Pongo pigmeus abelii) yang diserahkan warga Gampong Kabu Kecamatan Peurlak Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

“Orangutan Sumatera (Pongo pigmeus abelii) yang diserahkan berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar 5 tahun dengan kondisi sehat sesuai hasil pemeriksaan tim dokter hewan OIC. Menurut keterangan masyarakat yang menyerahkannya, orangutan didapat di areal kebunnya, saat dia sedang  berladang,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe, Kamarudzaman, S.Hut, Selasa (27/8/2019).

Selanjutnya Orangutan Sumatera (Pongo pigmeus abelii) akan di karantina di Pusat Karantina-Rehabilitasi Orangutan Sumatera YEL SOCP Batu Mbelin Sibolangit Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi, Sumatera Utara.

Hewan ini merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi dari kelompok Mamalia Famili Hominidae berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi.

Dalam katergori IUCN Orangutan Sumatera (Pongo pigmeus abelii) berstatus kritis/critically endangered dengan penyebaran/distribusi meliputi Pulau Sumatera dengan Distribusi populasi terbesar mulai dari Provinsi Aceh meliputi Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subuluusalam.

Jumlah Orangutan Sumatera sendiri di alam untuk saat ini diperkirakan berjumlah lebih kurang 13.846 individu dengan luasan habitat sekitar 16.775 km2.

“Kami berharap apa yang telah dilakukan oleh Warga Gampong Kabu Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur dapat diikuti oleh masyarakat lainnya demi keberlanjutan keanekaragaman hayati,” harap Kamarudzaman. [rel]

Komentar
Loading...