Gauli Anak di Bawah Umur, Remaja Ini Digelandang ke Mapolres Langsa

LayarSatu, LangsaSatuan Reserse Kriminal Polres Langsa, berhasil meringkus seorang remaja berinisial, MA (21) warga Kecamatan Langsa barat, Kota Langsa, Provinsi Aceh, Rabu (27/11/2019), sekira pukul 18.00 WIB di RSUD Langsa. Remaja ini ditangkap dengan sangkaan telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, berinisial R (18).

Pelaku diduga telah menyetubuhi korban yang saat kejadian masih berusia 17 tahun,” ujar Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo, Kamis (28/11/2019).

Dijelaskannya, pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh ini sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda. Dimana, kejadian awal itu terjadi, pada (25/10/2019), sekitar pukul 13.00 WIB di rumah pelaku.

Kemudian kejadian kedua terjadi setelah beberapa hari dari kejadian pertama yakni pada pukul 13.00 WIB yang juga di rumah pelaku. Saat itu pelaku meminta  korban datang kembali ke rumahnya, dengan ancaman akan mempermalukan korban dengan cara menyebarkan foto sexy korban, jika tidak datang.

Mendapat ancaman tersebut, korban pun datang ke rumah pelaku. Pada saat berada di depan rumah, terjadilah cek cok mulut antara korban dan pelaku.  Lalu pelaku menarik korban masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengunci pintu kamar tersebut.  Saat korban berusaha membuka pintu untuk melarikan diri, korban terjatuh ke lantai.

Melihat korban terjatuh, lalu pelaku menarik kerah baju korban dan menghempaskan tubuh korban ke atas tempat tidur dan kemudian melakukan aksi bejatnya.

Sambung Arief, pada Jumat (15/11/2019), sekitar pukul 13.00 WIiB, saat itu pelaku meminta korban datang kembali ke rumahnya karena mengetahui pada saat itu korban tidak ada dosen. Dimana, pelaku menjemput korban ke kampus dan membawa korban ke rumah pelaku. Setelah sampai di rumah, pelaku langsung menarik korban ke dalam kamar dan kembali menyetubuhi korban.

“Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Langsa. Akibat perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 81 Undang-Undang Nomor  35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,”pungkas Kasat Reskrim. [tribrata]

 

Komentar
Loading...