Modus Pembangunan Rumah Syariah, 270 Orang Tertipu Hingga Rp 23 Miliar

LayarSatu, Jakarta –  Personel Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus mafia tanah dengan modus pembangunan perumahan syariah. Sindikat ini telah melakukan aksinya sejak tahun 2015 dan berhasil meraup uang mencapai Rp 23 miliar dari 270 orang korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono menjelaskan, para tersangka menawarkan contoh rumah kepada calon korbannya. Hal ini dilakukan agar para korban percaya dengan kredibilitas para pengembang palsu tersebut.

“Mereka juga menunjukkan lokasinya, kemudian melakukan ground breaking, makan juga. Mereka membuat rumah-rumah contoh, untuk meyakinkan para  korbannya,” terang Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/11/2019).

Lanjut Gatot, para korban banyak yang tertarik dengan sistem perumahan syariah yang ditawarkan para pelaku. Sebab pelaku menawarkan kredit tanpa riba dan tidak ada checking bank kepada calon kreditur rumah.

“Inilah yang bikin menarik, sehingga masyarakat datang ke sana dan tertarik untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut. Tapi faktanya sampai dengan sekarang rumah tersebut tidak ada yang dibangun, bahkan mereka lari,” terang Kapolda Metro Jaya.

Sejauh ini, sambung Gatot, korban penipuan tercatat sudah mencapai 270 orang. Sedangkan uang yang berhasil diraup para pelaku mencapai Rp 23 miliar. Pihaknya telah mengamankan empat tersangka terkait kasus tersebut. Salah seorang tersangka berperan sebagai pendiri pengembang berinisial AD dan 3 orang sebagai marketing.

“Mereka sudah tahu bahwa itu belum dibebaskan dan lain sebagainya. Sehingga Kita menerapkan kepada tersangka dengan tindak pidana penipuan, penggelapan, Undang-undang Perumahan dan juga TPPU,” tutup Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono. [tribrata]

Komentar
Loading...