Polres Aceh Timur Amankan 7 Pucuk Senpi dan Ratusan Amunisi

LayarSatu, Aceh Timur – Polres Aceh Timur berhasil mengamankan 4 pucuk senjata laras panjang dan 3 pucuk senjata api laras pendek sertat ratusan butir peluru. Senjata ini diamankan dari pelaku kejahatan maupun dari masyarakat yang dengan sendirinya menyerahkan kepada pihak kepolisian, selama tahun 2019.

Hal ini diungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, Kabag Ops AKP Salmidin, SE, serta para Kasat juga pejabat Polres Aceh Timur dan Kapolsek jajaran, saat menggelar konferensi pers, penghujung tahun 2019, Senin (30/12/2019) sore.

Kapolres Aceh Timur mengatakan tentang keberhasilan Polres Aceh Timur dalam menciptakan situasi kamtibmas selama tahun 2019. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka gangguan Kamtibmas, kepada para wartawan.

Kapolres menyebutkan jumlah laporan polisi (LP) di wilayah hukum Polres Aceh Timur pada tahun 2019, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018. Meski demikian, seluruh jajaran Polres Aceh Timur tetap harus waspada baik secara personal maupun kesatuan.

Sepanjang tahun 2019 ini terdapat 357 kasus. Tidak ada kasus yang menonjol pada tahun 2019 . Beberapa kasus yang mendominasi di reskrim adalah pencurian sebanyak 70 kasus disusul penganiayaan 55 kasus, Curanmor 36 kasus (2 kasus roda 4, 34 kasus roda 2), Penipuan 35 kaus, pencabulan 26 kasus, penggelapan 20 kasus, KDRT 16 kasus, perlindungan anak 11 kasus, pengeroyokan 9 kasus, pengrusakan 9 kasus, penyalahgunaan Migas 7 kasus, pencemaran nama baik 6 kasus, Ilegal logging 5 kasus, sengketa agraria 5 kasus, penganiayaan berat 4 kasus, pemerkosaan 4 kasus, Pemalsuan 4 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 4 kasus, Senpi/handak 3 kasus, penculikan 3 kasus, cyber crime 2 kasus, Kelalalian yang mengakibatkan meninggalnya orang 2 kasus, Undang-Undang Perkawinan 2 kasus, perjudian 2 kasus dan pembunuhan/Melarikan Anak/Pertambangan Ilegal/pencemaran limbah/Pencurian dengan pemberatan (curat) masing-masing 1 LP.

Kasus KSDA sepanjang tahun 2019 terdapat 1 (satu) ekor gajah mati, sedangkan pada Unit Tindak Pidana Korupsi tahun 2019 menangani 1 (satu) kasus yakni masalah penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Alokasi Dana Gampong bahkan kasus tersebut sudah P21. Dari 357 kasus yang ditangani Polres Aceh Timur dan polsek jajaran 235 kasus sudah terselesaikan dengan presentase 66 persen.

Untuk kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika di tahun 2019 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2018. Pada tahun tersebut terdapat 143 kasus terdiri dari 119 shabu dan 24 ganja. Barang bukti yang diamankan 23,124 Kg shabu, 124,248 Kg ganja dan 291 pil Extacy dengan jumlah tersangka 186 orang (182 pria, 4 wanita).

Pada tahun 2019 ini jumlah kasus menurun akan tetapi barang bukti yang diamankan mengalami kenaikan, terdapat 92 kasus dengan jumlah tersangka 126 orang (124 pria, 2 wanita) dengan jumlah barang bukti: 34,9 Kg shabu, 442,7 Kg ganja, 102 butir pil ekstasi dan 18,96 gram (yang sudah dihaluskan).

Ditegaskan Kapolres, jika dibandingkan tahun 2018, angka criminal pada tahun 2019 mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2018 tercatat 560 laporan polisi baik di Satreskrim maupun di Sat Resnarkoba juga di Polsek jajaran dan pada tahun 2019 ini terdapat 449 laporan polisi.

Namun demkian yang menjadi catatan Kapolres Aceh Timur yakni masih tingginya angka kecelakaan. Pada tahun 2018 terdapat 167 kejadian yang mengaibatkan 77 orang meninggal dunia, 40 mengalami luka berat dan 208 orang mengalami luka ringan. Untuk kerugian materi mencapai Rp. 442.900.000,-.

Sedangkan pada tahun 2019 ini tercatat 388 kejadian laka lantas dengan rincian 124 kecelakaan tunggal dan 231 kecelakaan ganda. Untuk korban jiwa sebanyak 109 orang meninggal dunia, 77 orang mengalami luka berat dan 413 orang luka ringan. Kerugian materi juga mengalami kenaikan sebanyak Rp. 767.300.000,-.

Dibandingkan dengan tahun 2018 ada peningkatan 42 % kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019 ini. Masih seperti tahun sebelumnya, kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda sedangkan faktor pemicu terjadinya kecelakaan adalah kurangnya pemahaman dan etika berlalulintas.

“Pada tahun 2020 mendatang, kami mengharap kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Aceh Timur, untuk tetap menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing.  Gangguan Kamtibmas bukan tanggung jawab mutlak polisi, akan tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro. [rel]

Komentar
Loading...