Kenaikan Item Kesehatan Bulan Januari, Picu Inflasi di Lhokseumawe

LayarSatu, Lhokseumawe – Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Januari 2019, umumnya menunjukkan adanya kenaikan.  Terutama pada item kelompok Kesehatan yang terjadi kenaikan sangat signifikan.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Lhokseumawe pada Januari 2019, Kota Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,16 pada bulan Desember 2018 2019 menjadi 131,34 pada bulan Januari 2019.
Inflasi yang terjadi ini disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,91 persen serta kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga yang tidak mengalami perubahan indeks.
Adapun inflasi untuk setiap kelompok yaitu: kelompok Kesehatan sebesar 0,93 persen; kelompok Bahan Makanan sebesar 0,44 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,25 persen; kelompok Sandang sebesar 0,13 persen, serta kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,02 persen.
Komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi selama bulan Januari 2019 adalah: tongkol/ambu-ambu, beras, kacang panjang, kontrak rumah, cumi-cumi dan beberapa komoditas lainnya.
Sedangkan beberapa komoditas yang menahan laju inflasi adalah angkutan udara, tomat sayur, bawang merah, cabai merah, teri, dan beberapa komoditas lainnya. Laju Inflasi tahun kalender (Januari 2019 terhadap Desember 2018) untuk Kota Lhokseumawe adalah 0,14 persen, Kota Banda Aceh 0,43 persen, Meulaboh 0,91 persen, dan Nasional 0,32 persen. Sedangkan Inflasi “year on year” (Januari 2019 terhadap Januari 2018) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 2,02 persen, Kota Banda Aceh 2,71 persen, Meulaboh 2,02 persen, dan Nasional 2,82 persen.
Sementara itu, perbandingan inflasi/deflasi antarkota dari 82 kota yang dipantau perkembangan harganya pada Januari 2019, sebanyak 73 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan terendah terjadi di Pematang Siantar sebesar 0,01 persen.
Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,87 persen dan terendah terjadi di Merauke sebesar 0,01 persen. Dari 23 kota di Pulau Sumatera yang dipantau perkembangan harganya pada bulan Januari 2019, sebanyak 18 (delapan belas) kota di Pulau Sumatera mengalami inflasi dan 5 (lima) kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan inflasi terendah terjadi di Pematang Siantar sebesar 0,01 persen. Sedangkan untuk deflasi tertinggi terjadi di Jambi sebesar 0,51 persen dan terendah terjadi di Sibolga sebesar 0,03 persen. [rel]

- Advertisement -

Komentar
Loading...