September, Kota Lhokseumawe Alami Deflasi Sebesar 0,85 Persen

LayarSatu, Lhokseumawe – Perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2018, menunjukkan adanya penurunan. Terutama pada item kelompok Bahan Makanan yang mengalami penurunan yang signifikan. Hasil pemantauan BPS Kota Lhokseumawe, dengan penghitungan tahun dasar 2012=100, pada bulan September 2018 Kota Lhokseumawe mengalami deflasi sebesar 0,85 persen.

Deflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok Bahan Makanan sebesar 3,38 persen. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau serta kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga tidak mengalami perubahan indeks.

Sedangkan kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 1,23 persen; kelompok Kesehatan sebesar 0,44 persen; kelompok Sandang sebesar 0,17 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,10 persen.

Sementara Kota Banda Aceh dan Meulaboh juga mengalami deflasi yaitu sebesar 0,75 persen dan 0,41 persen. Secara nasional terjadi deflasi sebesar 0,18 persen.

Laju Inflasi tahun kalender (September 2018 terhadap Desember 2017) untuk Kota Lhokseumawe adalah 0,19 persen, Kota Banda Aceh 0,66 persen, Meulaboh 0,57 persen, dan Nasional 1,94 persen. Sedangkan Inflasi “year on year” (September 2018 terhadap September 2017) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 2,30 persen, Kota Banda Aceh 2,20 persen, Meulaboh 2,94 persen, dan Nasional 2,88 persen.

Komponen Inti pada September 2018 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,34 pada bulan Agustus 2018 menjadi 120,48 pada bulan September 2018. Komponen Harga Diatur Pemerintah mengalami mengalami inflasi sebesar 0,88 persen, sedangkan Komponen Bergejolak mengalami deflasi sebesar 3,76 persen.  [rel]

- Advertisement -

Komentar
Loading...