Polres Lhokseumawe Bantu Korban Banjir Rob

LayarSatu, Lhokseumawe – Hujan deras yang melanda Provinsi Aceh dalam sepekan terakhir, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Tak terkecuali Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Demikian pula dengan gelombang pasang purnama  yang menerjang pesisir utara, menyebabkan banyak rumah warga yang rusak, sehingga warga terpaksa harus mengungsi ke tenda-tenda darurat.  Seperti halnya yang terjadi Jumat malam (1/12/2017) di pesisir Pantai Kota Lhokseumawe.  Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir Rob.

Mengingat banyak warga yang menyelamatkan keluarganya serta memindahkan barang berharga.  Pihak pemerintah dibantu pihak keamanan mendirikan tenda darurat, untuk dapur umum maupun tempat pengungsian sementara. Bantuan tanggap darurat dari pemerintah daerah setempat pun segera didistribusikan.

Demikian juga dengan Polres Lhokseumawe pada Sabtu (2/12/2017) siang, menyalurkan bantuan Sembako untuk korban banjir di Kecamatan Samudera, Aceh Utara dan korban gelombang pasang purnama di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Waka Polres Lhokseumawe Kompol Imam Asfali yang mewakili Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman.

Pada penyerahan bantuan itu, Waka Polres Lhokseumawe turut didampingi Kabag Ops Kompol Ahzan dan Kasat Lantas Iptu Mulyana.

“Bantuan Sembako berupa beras, mie instant, telur dan minyak goreng ini merupakan wujud keedulian polisi kepada masyarakat yang terkena damapk banjir dan gelombang pasang purnama,” ujar Kabag Ops Kompol Ahzan.

Bantuan yang disalurkan setidaknya dapat mengurangi beban masyarakat yang terpaksa harus mengungsi ke tenda-tenda darurat, tambahnya.

Dikatakannya, hujan lebat yang berlangaung selama sepekan menyebabkan banjir dan merendam merendam rumah warga di Desa Tanjung Awe,Tanjung Mesjid dan Mancang Kecamatan Samudera.

Selain itu, gelombang pasang purnama yang terjadi Jumat (1/12/2017) sore, juga memaksa warga di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, harus mengungsi, karena rumah mereka terendam air dan rusak diterjang ombak.

Saat ini, korban yang berada di  pengungsian mengeluh sulit beraktivitas dan sangat mengharapkan bantuan, jelas Kompol Ahzan. [BIM]

- Advertisement -

Komentar
Loading...