Agustus 2018, Kota Lhokseumawe Deflasi 0,17 Persen

LayarSatu, Lhokseumawe – Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Lhokseumawe pada Agustus 2018, umumnya menunjukkan penurunan.  Terutama pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami penurunan yang signifikan.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe dengan penghitungan tahun dasar 2012=100, pada Agustus 2018 Kota Lhokseumawe mengalami deflasi sebesar 0,17 persen. Atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,66 pada bulan Juli 2018 menjadi 129,88 pada Agustus 2018.

Sesuai berita resmi Statistik No. 09/09/1174/Th.XII, 3 September 2018, Deflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe, disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,8 persen.  Sementara Bahan Makanan sebesar 0,43 persen; kelompok Sandang sebesar 0,21 persen, serta kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,04 persen. Kelompok Kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

Sedangkan kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,12 persen serta kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,41 persen.

Sementara Banda Aceh dan Meulaboh mengalami inflasi yaitu sebesar 0,50 persen dan 0,23 persen. Secara nasional terjadi deflasi sebesar 0,05 persen.

Laju Inflasi tahun kalender (Agustus 2018 terhadap Desember 2017) untuk Kota Lhokseumawe adalah 1,05 persen, Kota Banda Aceh 1,42 persen, Meulaboh 0,98 persen, dan Nasional 2,13 persen. Sedangkan Inflasi “year on year” (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) untuk Kota Lhokseumawe sebesar 3,34 persen, Kota Banda Aceh 3,61 persen, Meulaboh 3,75 persen, dan Nasional 3,20 persen.

Komponen Inti pada Agustus 2018 mengalami deflasi sebesar 0,15 persen atau terjadi penurunan indeks dari 120,52 pada bulan Juli 2018 menjadi 120,34 pada bulan Agustus 2018. Komponen Harga Diatur Pemerintah mengalami mengalami deflasi sebesar 0,12 persen, dan Komponen Bergejolak juga mengalami deflasi sebesar 0,25 persen.

Komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi selama bulan Agustus 2018, adalah, bawang merah, tomat sayur, beras, angkutan udara, bandeng, dan beberapa komoditas lainnya.

Sedangkan beberapa komoditas yang menahan laju deflasi adalah tongkol/ambu-ambu, cabai rawit, minyak goreng, daging sapi, rokok kretek filter, dan beberapa komoditas lainnya. [rel]

- Advertisement -

Komentar
Loading...