KPK Geledah Rumah Tersangka OTT Suap di Aceh

# 4 Orang Dicekal ke Luar Negeri

LayarSatu, Aceh – Guna menindaklanjuti proses hukum terhadap kasus OTT Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2018 di Aceh. Penyidik KPK melakukan penggeledahan rumah dinas para tersangka, yakni IY, HY dan TSB, Sabtu (7/7/2018).  Bahkan pendopo yakni rumah dinas Gubernur Aceh juga dilakukan penggeledahan, sekitar pukul 10.00 Wib.

“Penggeledahan berlangsung dari pukul 10.00 pagi. Sebagian masih berjalan saat ini,”ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah.

Sambungnya, kemarin diamankan sejumlah dokumen dan bukti elektronik yang terkait dengan DOKA 2018. Hasil penggeledahan hari ini akan diupdate kembali, terang Febri.

Dalam kasus ini, sejumlah bukti yang didapatkan semakin memperkuat dugaan korupsi yang terjadi terkait DOKA 2018 tersebut. Salah satu tujuan kenapa pemberantasan korupsi dilakukan, jelas jubir KPK, agar hak masyarakat untuk menikmati anggaran keuangan negara atau daerah tidak dirugikan karena diambil oleh oknum pejabat tertentu.

Setelah ditetapkannya 4 orang tersangka oleh penyidik KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi suap kepada Gubernur Aceh terkait dengan pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.  KPK telah melakukan penahanan serta pelakukan penggeledahan terhadap rumah pada tersangka.

Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang, yang dinilai terkait proses penyidikan yang sedang berlangsung.

“Selain itu, mengacu pada Pasal 12 UU KPK, dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang selama 6 bulan.  Yakni terhitung Jumat (6/7/2018),  yaitu, Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase dan Teuku Fadhilatul Amri. Pihak-pihak ini perlu dicegah ke Luar Negeri, agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan,”ucap Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Sejauh ini, proses hukum terhadap tersangka masih terus berjalan. KPK menyampaikan terimakasih kepada masyarakat setempat yang turut membantu kelancaran penyidikan ini.

“Perlu kita pahami bersama, apa yang dilakukan KPK saat ini adalah semata-mata proses penegakan hukum. Penyidikan dan penahanan dilakukan dengan dasar kekuatan bukti,”tutup Febri. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...