Ini Ternyata Motif Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara

LayarSatu, Jakarta Terduga penyebar hoax 7 kontainer surat suara berinisial MIK yang ditangkap Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (11/01/2019), mengaku kalau tujuannya untuk memberikan informasi kepada pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi. Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono.

“Jadi dia buat narasi sendiri kemudian dia sebarkan dengan maksud memberikan informasi ke paslon 02. Padahal tersangka tidak bisa membuktikan kebenaran dan data-data mengenai surat suara yang telah dicoblos itu,” terang Kabid Humas seperti dilansir tribratanews.polri.go.id.

Tersangka yang merupakan seorang guru SMP di daerah Cilegon, Banten itu meminta kepada koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak untuk memeriksa informasi 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. Hal ini tertulis pada postinganya di Twitter.

“Di akun Twitter dia ini, di atasnya menyebut ‘@dahnilanzar harap ditindaklanjuti informasi berikut: di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos hayo pada merapat pasti dari Tiongkok,” ucap mantan Kabid Humas Polda Jatim tersebut.

Atas perbuatannya, MIK dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar, serta Pasal 14 dan Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun. [tribrata]

- Advertisement -

Komentar
Loading...