Wuiihhh…Penyidik Ini Interogasi Tersangka Pakai Ular

LayarSatu, Jayapura –  Penyidik Polres Jayawija harus berurusan dengan pihak Propam Polda Papua.  Pasalnya penyidik tersebut menggunakan ular saat menginterogasi salah seorang pelaku kejahatan.  Kejadian ini sudah ditangani pihak atasan, agar ke depan para personel polisi dapat bekerja lebiih profesional.
Terkait hal ini, Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya, SH, menggelar konferensi pers, Selasa (12/2/2019).  Kapolres membenarkan kalau penyidiknya menggunakan ular saat interogasi.  Penyidik melilitkan ulat di tubuh pelaku jambet saat interogasi.  Tetapi sebenarnya ular tersebut jinak dan tidak membahayakan karena tidak berbisa.
Terkait hal ini, Kapolres Jayawijaya mohon maaf karena kurang profesionalnya penyidik dalam bertugas. Adapun tindakan yang dilakukan oleh penyidik merupakan inisiatif dirinya sendiri.  Agar dalam sekejap bisa didapat pengakuan dari pelaku jambret.
“Maksudnya penyidik biar cepat dapat pengakuan dan tidak ada tindakan pemukulan,” ujar Kapolres yang juga hadir Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Jannus P. Siregar, S,Ik, tokoh agama Pdt. Albert Yappo, Sekretaris LMA Herman Doha, Kepala Desa Lantipo Hengki Heselo, Kepala Desa Sapalek Zakarias Yelipele, dihadapan sejumlah wartawan di Wamena.
Terkait permasalahan ini, pimpinan telah melakukan tindakan tegas terhadap personel dengan memberikan sanksi disiplin seperti kode etik serta menempatkan ditempat yang khusus.
Kabid Propam Polda Papua, menyampaikan bahwa setelah dilakukan klarifikasi memang benar dilakukan oleh personel Polres Jayawijaya terhadap tersangka. Awalnya tersangka yang ditangkap warga melakukan jambret, tidak mengaku saat ditanya oleh penyidik.
Mengingat pelaku tidak juga mengakuinya, maka muncul inisiatif penyidik menggunakan ular. Tujuannya tidak lain agar mengetahui kejujuran tersangka dan ternyata efektif.  Namun demikian, kasus tersebut kini telah ditangani oleh Propam Polda Papua.
Sementara itu, berbagai dukungan dari berbagai tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya, salah satunya Hengki Heselo, yang menyatakan dukungannya atas kinerja Kapolres yang baru dengan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kriminal di Wamena belakangan ini.
Dirinya juga menyatakan dukungan tindakan Kapolres Jayawijaya beserta jajaran yang mendatangkan ular untuk memberikan rasa takut kepada pelaku tindak pidana. Sebab menurutnya, selama ini warga merasa nyaman dari aksi pelaku, karena adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian. [tribrata]

- Advertisement -

Komentar
Loading...