Otak Pelaku Pembunuhan Warga Peusangan Ditangkap

LayarSatu, Lhokseumawe –  Polisi akhirnya berhasil membongkar penyebab kematian M Amin (26) warga Peusangan Siblah Krueng, BIreuen yang mayatnya ditemukan dipinggir jalan dekat lokasi pembuangan sampah, Desa Lagang Kecamatan sawang Aceh Utara.  Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe telah menangkap 2 pelaku pembunuhan, salah seorang adalah ayah angkat korban.

Menurut Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, awalnya mereka mendapat laporan terkait penemuan mayat di lokasi pembuangan sampah.  Mendapat laporan ini, tim yang dipimpin Kasat Reskrim mendatangi lokasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyelidikan, akhirnya polisi berhasil membongkar kasus pembunuhan tersebut.  Korban ‘dihabisi’ oleh SR (42) warga Langkat, Sumatera Utara yang disuruh oleh ZL (54) yang tidak lain ayah angkat korban.  Pelaku membunuh korban dengan cara mencampurkan racun tikus ke dalam minuman korban.

Pelaku mencampur racun tikus ke dalam teh korban sebelum mereka jalan-jalan naik sepeda motor.  Dampak dari racun langsung terlihat, korban muntah-muntah di atas sepeda motor setelah sekitar 30 menit meminum teh yang dicampur racun.  Setiba dilokasi ditemukan mayat, korban terjatuh dari sepeda motor dengan kondisi telungkup.

Melihat ini, pelaku yang ditangkap di wilayah Pematang Siantar pada Senin (11/3/2019) sekira pukul 19.00 Wib, langsung turun dari sepeda motor dan mendorong korban ke pinggir jalan.

“Saat itu menurut keterangan pelaku, korban masih terlihat bisa merangkak. Karena takut, tersangka langsung meninggalkan korban dilokasi tersebut dan menuju rumah orang tua korban di Bireuen untuk mengembalikan sepeda motor. Sementara SR kembali ke Sumatera Utara, dengan diberikan uang Rp 1.050.000,- oleh tersangka ZL,”ujar Ari Lasta saat konferensi pers, Rabu (13/3/2019) di Mapolres Lhokseumawe.

Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana  dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Adapun barang bukti yang disita polisi, satu unit sepmor honda vario, 1 unit HP milik tersangka ZL, 1 uit HP tersangka SR dan pakaian kotor. Kini keduatersangka sudah ditahan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

Satreskrim Polres Lhokseumawe di bantu Subdit III Jatanras Polda Aceh dalam menangkap tersangka di Pematang Siantar.  Saat hendak ditangkap, tersangka berusaha kabur dan dalam pelariannya terlihat mencoba membuat perlawanan yang membahayakan petugas. Sehingga petugas melakukan tindakan pelumpuhan terhadap tersangka yang merupakan eksekutor pembunuhan.   [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...