WH Razia Pakaian Ketat, Celana Pendek Hingga Duduk Ngangkang

LayarSatu, Lhokseumawe –  Guna menjalankan penegakan Syariat Islam di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Kota Lhokseumawe menggelar razia busana muslim, Selasa (13/11/2018).  Razia yang menurunkan sejumlah personel WH dan di back up pihak kepolisian dan polisi militer ini, menjaring puluhan pelanggar.

Para pelanggar berbusana muslim bervariasi, tidak hanya wanita tanpa jilbab, berpakaian ketat atau tidak berbusana muslim.  Tetapi petugas juga menjaring para pria yang berkendara menggunakan celana pendek serta membonceng wanita yang posisi duduk mengangkang.

Saat razia, petugas WH juga menyiapkan kain sarung kepada warga yang terjaring razia.  Selain itu pelanggar juga diberikan nasehat serta dilakukan pendataan.  Tetapi para pelanggar tidak di bawa ke kantor WH, sebab jika masih pertama terjaring, hanya diberikan nasehat agar tidak mengulanginya.

Pantauan layarsatu.com, sejumlah pelanggar rata-rata wanita yang menggunakan pakaian ketat, sehingga memperlihatkan bentuk tubuh. Selain itu, banyak pengendara yang dihentikan, karena wanita yang dibonceng duduk dengan posisi mengangkang.  Namun setelah diberi nasehat dan mengubah posisi duduk, warga tersebut dipersilahkan jalan kembali.

Tidak berbusana sesuai syariat islam, wanita ini dipakaikan sarung oleh WH Kota Lhokseumawe. [layarberita.com]

Kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, M Irsyadi yang berada dilokasi, mengatakan, razia yang mereka gelar sebagai bentuk mendukung upaya penegakan syariat islam.  Hal ini sesuai dengan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang palaksanaan syariat islam, terutama yang berkaitan dengan pakaian ketat, celana pendek serta tidak menggunakan jilbab.  Selain itu juga menindak lanjuti seruan bersama larangan duduk mengangkang yang telah dikeluarkan sejak 2013. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...