Terlambat Yudisium, Alumni STIKES Muhammadiyah Demo Kampus

LayarSatu, Lhokseumawe –  Meski sudah menyelesaikan pendidikan yang ditandai dengan telah dilakukan yudisium dan wisuda, namun sejumlah alumni Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe menggelar aksi demo di kampus mereka, Senin (14/1/2019).  Para alumni S1 Ilmu Keperawatan yang telah selesaimengikuti program Profesi Ners, ternyata menuntut kompensasi karena lambatnya proses yudisum yang dilakukan terhadap mereka oleh pihak kampus.

Menurut seorang koordinator aksi, Ramadhan, pihaknya perwakilan para alumni meminta difasilitasi kepada pihak manajemen kampus untuk dapat berdiskusi dengan ketua lama dan ketua Stikes yang baru.  Pihaknya meminta kompensasi atas terlambatnya yudisium yang dilaksanakan terhadap mereka.

“Akibat lambatnya dilakukan yudisium, kami kehilangan momen.  Ini tentu merugikan kami saat ada pembukaan lowongan kerja.  Untuk itu kami ingin meminta kompensasi atas keterlambatan ini.  Tapi sejauh ini belum ada tanggapan apapun dari pihak kampus,” ujar Ramadhan.

Sambungnya, dalam aksi tersebut mereka meminta agar pihak kampus bisa membuka diri dan mendiskusikan kondisi tersebut.  Serta berbaik hatilah kepada kami yang telah dirugikan akibat kehilangan momen tersebut,”ucapnya kepada layarberita.com.

Ditanya bagaimana langkah selanjutnya jika juga tidak ada tindak lanjut dari pihak kampus? Ramadhan mengatakan belum membahas hal ini bersama rekan lainnya.  Tetapi mereka hanya minta pihak kampus mau berbaik hati kepada mereka.  Kemungkinan adanya aksi lanjutan juga masih ada, jika pihaknya memang tidak diperdulikan oleh manajemen kampus.

 

 

Sementara itu, Ketua Stikes Muhammadiyah, Mursal yang ditanya perihal ini mengaku masih berada di luar sedang mengikuti acara.  Dirinya meminta agar mempertanyakan hal ini langsung kepada Kabag Umum, Irawan Salri.

Menurut Irawan, aksi yang dilakukan para alumni tidak tepat sasaran.  Sebab menurutnya tidak ada hal yang dilanggar oleh pihak Stikes Muhammadiyah terkait proses yudisium dan wisuda kepada para lulusan.  Apalagi seluruh proses administrasi sudah dijalankan sesuai aturan.

“Kalau menyangkut waktu yudisium, itu tidak ada keharusan sesuai jadwal.  Jika itu ada yang yang belum lengkap, artinya jika proses administarsi sudah normal.  Seperti pembayaran SPP, tugas para mahasiswa seperti praktik dan lainnya.  Kalau aturannya, proses yudisium tidak boleh melebihi masa pendidikan.  Realitanya mereka yang lulus tidak melebihi masa pendidikan yang ditetapkan,”terang Irawan.

Ditanya tindak lanjut pihak kampus terkait adanya aksi tersebut, Irawan mengatakan pihaknya akan mengembalikan kepada aturan yang berlaku.  Sebab menurutnya, tidak ada satu hal pun yang dianggar oleh pihaknya. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...