Kasus Korupsi Rp51 M PD Simeulu, Tunggu Hitungan Kerugian Negara

LayarSatu, Aceh – Penanganan kasus dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) tahun 2002-2012, yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi Aceh, masih belum dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Banda Aceh. Pasalnya sejauh ini, penyidik masih belum memiliki hasil perhitungan kerugian negara.

 

Kasus dugaan korupsi pada PDKS ini terindikasi mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 51 miliar, sudah 3 tahun ditangani.  Dugaan kerugian bersumber dari jumlah penyertaan modal sebesar Rp 227 miliar yang bersumber dari APBK Simeulue.

 

Sejauh ini, proses penanganan masih di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan belum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh. Alasannya, karena pihak kejaksaan belum memiliki hasil perhitungan kerugian negara.

 

“Untuk perkembangan kasus PDKS, saat ini kita sedang menunggu dokumen dari PDKS untuk bahan perhitungan kerugian keuangan negara oleh ahli. Saat ini belum ada hasil perhitungan kerugian negara,” kata Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH yang disiarkan melalui laman facebook Kejati Aceh. [red]

 

- Advertisement -

Komentar
Loading...