Diduga Serangan Asma, Warga Aceh Meninggal di Penjara Malaysia

LayarSatu, Aceh Utara –  Seorang warga asal Desa Bluka Teubai, Dewantara, Aceh Utara, Povinsi Aceh, Muzakkir (47) di kabarkan meninggal dunia di penjara Kajang, Selangor Malaysia. Informasi terkait berita ini diperoleh dari Abu Saba, Ketua Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA), sebuah komunitas warga Aceh di Malaysia pada Rabu malam, (16/5/2018).

Menurut keterangan Abu Saba, informasi meninggalnya Muzakkir diperoleh dari dokter di sebuah rumah sakit di Kajang Malaysia, Kamis (10/5/2018) lalu.   Infonya ada warga Aceh tanpa dokumen yang meninggal dunia akibat penyakit asma sejak Sabtu (28/4/2018). Atas informasi tersebut, Abu Saba mencoba menelusurinya dengan mendatangi rumah sakit dan penjara tersebut.

Hasilnya, Abu Saba menemukan jasad warga Aceh atas nama Muzakkir disana. Menurut otoritas penjara, bahwa tidak ada pihak keluarga yang dapat dihubungi otoritas. Karena tidak ada dokumen yang dimiliki oleh almarhum Muzakkir.

“Setelah saya pastikan jenazah dimaksud benar warga Aceh. Saya mengambil foto untuk saya sebar di media sosial, dengan tujuan agar ada pihak keluarga yang mengetahuinya. Alhamdulillah, akhirnya ada pihak keluarga yang menghubungi dan menyerahkan dokumen guna tindaklanjut pengurusan untuk pemulangan jenazah,” ujar Abu Saba.

Sambung Abu Saba, proses pengurusan untuk pemulangan jenazah telah rampung dilakukan dan rencananya, jenazah akan diberangkatkan ke Aceh melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, hari ini Kamis (17/5/2018). Selanjutnya menggunakan ambulan dengan menempuh jalan darat menuju rumah duka di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Sementara biaya pemulangan jenazah ke Aceh sebesar 4.800 ringgit Malaysia, menurut Abu Saba merupakan sumbangan dari Yayasan Vihara Murni Sakti, Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur melalui group KANA. Sedangkan untuk biaya ambulan dari Medan ke Aceh Utara, bersumber dari Camat Dewantara dan Keuchik Gampong Bluka Teubai.

“Untuk biaya ambulan, banyak pihak yang menawarkan bantuan, termasuk anggota DPD RI asal Aceh yakni H. Sudirman atau Haji Uma serta saudara almarhum sendiri. Namun dari pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk menerima bantuan dari pihak kecamatan dan keuchik di kampung halaman keluarga. Karena sebelum ke Malaysia, almarhum diketahui pernah bekerja dikantor Camat Dewantara”, sebut Abu Saba yang tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah. [kur]

- Advertisement -

Komentar
Loading...