Napi Kasus Pembunuhan Diduga Provokator Kerusuhan Rutan Lhoksukon

Sebanyak 26 Napi Kabur Telah Ditangkap

LayarBerita, Lhoksukon –  Aparat keamanan dan petugas lembaga pemasyarakatan terus berupaya mencari dan menangkap kembali para napi yang kabur dari Rumah Tahanan Lhoksukon yang terjadi sekira pukul 15.45 Wib, Minggu (16/6/2019).

Sejauh ini, petugas bersama polisi dan aparat keamanan lainnya sudah menangkap kembali 26 Napi yang kabur tersebut.  Salah seorang adalah Napi kasus pembunuhan, yakni Safrizal (42) yang ditangkap Senin, 17 Juni 2019, Sekira pukul 14.30 Wib, di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara.

Selain itu, jajaran Kepolisian Resor Aceh Utara dari Polsek Langkahan juga telah menangkap Rahmad Irmawan (33) salah seorang dari 73 Napi yang kabur dari Rutan Lhoksukon, Senin (17/6/2019) pagi pukul 08.30 WIB. Ditangkapnya Rahmad Irmawan membuat daftar Napi yang berhasil ditangkap bertambah menjadi 26 orang.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsel Langkahan Ipda Samsul Bahri mengatakan pihaknya menangkap Rahmad dirumah kerabatnya di Gampong Seureke Kecamatan Langkahan.

“Napi yang berhasil diamankan sudah dibawa ke Polres Aceh Utara” pungkas Ipda Samsul.

Sementara polisi menduga kalau otak kerusuhan dilakukan oleh sejumlah Napi, satu diantaranya adalah Syafrizal yang juga telah ditangkap. Sejauh ini, sejumlah petugas masih terus melakukan pencarian serta telah melakukan koordinasi dengan sejumlah Polres lainnya.

Terkait kerusuhan yang menyebabkan kaburnya para Napi, dugaan kuat telah direncanakan sebelumnya.  Seperti halnya yang diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Aceh  Agus Toyib.  Dirinya menegaskan kalau kerusuhan yang terjadi di Rutan Lhoksukon telah direncanakan sejak awal. Namun niat para napi tersebut luput dari pantauan para petugas di Rutan.  Selain itu kondisi Rutan memang dinilai tidak nyaman karena telah melebih kapasitas daya tampung sebenarnya. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...