Curi HP Seorang Warga, Tiga Pemuda Diringkus Polisi

LayarSatu, Aceh Utara – Petugas kepolisian sektor Dewantara berhasil meringkus tiga pria yang diduga telah melakukan pencurian telepon selular milik seorang warga.  Ketiganya ditangkap hanya hitungan jam usai pencurian HP dilakukan oleh tersangka.

Informasinya, tiga tersangka diringkus personel Polres Lhokseumawe Sektor Dewantara, Sabtu (18/11/2017) sekira pukul 15.00 Wib.  Para pelaku ditangkap terkait kasus pencurian HP di sebuah bengkel sepmor di Simpang Unimal, Desa Ulee Reuleung Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara.

Menurut Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Dewantara, AKP Erpansyah Putra, pihaknya mendapat laporan dari korban yang mendatangi Polsek Dewantara terkait kejadian yang dialaminya.

Peristiwa pencurian bermula,  sekira pukul 10.30 Wib, Sabtu (18/11/2017).  Saat itu korban MS (22) sedang istirahat di dalam kamar bengkel tersebut dan mencas 1 unit HP miliknya di depan bengkel.

Selanjutnya korban mendengar suara sepeda motor berhenti di depan bengkel.   Mendengar suara ini, korban terbangun lalu beranjak ke depan.  Korban melihat seorang pria yang berinisial MF (24) masuk ke dalam bengkel dan langsung mengambil HO miliknya.  Sementara seorang lagi, berinisial IK (23) menunggu di luar di atas sepeda motor.

“Setelah berhasil mencuri HP, para tersangka langsung kabur.  Korban sempat berteriak dan mencoba mengejar, namun tidak berhasil,”terang Erpansyah.

Sambungnya, menerima laporan korban, personel Polsek Dewantara lansung melakukan pengejaran terhadap para tersangka.  Tidak lama berselang, sekitar pukul pukul 11.00 Wib, polisi berhasil menangkap dua tersangka MF (22) dan IK (24) di Simpang Asean, Desa Uteun Geulinggang Kecamatan Dewantara.

Kemudian dilakukan pengembangan, polisi berhasil menangkap B (29) yang diduga penadah di Desa meunasah rayeuk, Nisam.  Polisi juga mengamankan 1 unit HP yang merupakan milik korban.  Kini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Dewantara untuk pemeriksaan lebih lanjut. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...