Polisi Tangkap Penyebar Hoax Ijazah Palsu Presiden

LayarSatu, Jakarta – Pelaku penyebar hoax menyangkut tuduhan ijazah palsu Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, di tangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri, di kediamannya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019).

Penangkapan terhadap pelaku dengan inisial UKH ini dilakukan setelah dirinya mengunggah hoax tersebut melalui media sosial facebook miliknya. Hoaks ijazah palsu yang disebar oleh tersangka adalah ijazah Presiden RI Joko Widodo di SMA 6. Ijazah tersebut dianggap palsu karena SMAN 6 berdiri pada 1986, sementara Presiden RI lulus SMA pada 1980.

Terkait hal tersebut, Pihak SMAN 6 sudah mengkonfirmasi bahwa Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo adalah lulusan sekolah tersebut. Ijazah Presiden RI tersimpan dalam dokumen sekolah.

“Kami ada buku induk sekolah dan kalau ada yang menanyakan lulusan kami, ya kami menyediakan data selengkap-lengkapnya,” jelas Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto di Solo, Jawa Tengah, seperti dilansir dari tribrata.polri.go.id.

Kepala SMAN 6 Surakarta menambahkan, salinan ijazah yang disimpan oleh sekolah tersebut merupakan terbitan SMAN 6 Surakarta. Meski demikian, pada saat Presiden RI lulus pada tahun 1980 sekolah tersebut bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, menyebutkan tersangka tidak langsung ditahan, karena tindak lanjut kemungkinan penahanan merupakan keputusan penyidik.

“Wah itu penyidik yang memutuskan. Tentunya dari hasil gelar perkara dan alasan obyektif dan subyektifnya sudah dianalisa tentunya,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Sabtu (19/1/2019).

Pada penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah telepon genggam, dua buah kartu SIM, satu buah akun Facebook serta satu buah alamat email. Tersangka atas perbuatannya dijerat dengan Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, dan/atau Pasal 207 KUHP. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...