Kasus Kredit Fiktif dan Pengadaan Lembu Mengemuka

# Orasi Mahasiswa Dalam Aksi Bebaskan Temannya

LayarSatu.com, Lhokseumawe –  Aksi ratusan mahasiswa yang menuntut dua temannya dibebaskan, Selasa (21/11/2017) di Kota Lhokseumawe, berjalan lancar dan aman.  Namun dalam aksi tersebut, mahasiswa terus menyuarakan agar temannya di bebaskan.  Bahkan tidak akan pulang sebelum ada kejelasan nasib dua temannya yang ditahan di Lapas Klas II A Lhokseumawe. 

“Kami tidak akan pulang sebelum ada kepastian, kedua teman kami dilepas,” seru para mahasiswa yang berjalan sambil membawa sejumlah poster dan pekikan ‘hidup mahasiswa’.  Ratusan mahasiswa dari sejumlah universitas ini tergabung dalam Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma) menilai penegakan hokum yang dilakukan oleh instansi penegak hokum tumpul ke atas.

“Penegakan hukum sekarang bisa kita katakana mencoreng demokrasi.  Hal ini bukan tanpa alasan, karena Pengadilan Negeri Lhokseumawe menahan dua orang mahasiswa sebagai bentuk pembungkaman,”teriak para mahasiswa.

Koordinator utama aksi, Fakhrurazi, mengatakan kedua mahasiswa yakni teman mereka ditahan dengan tuduhan memecahkan kaca kantor Bupati Aceh Utara, dalam aksi demo yang digelar mahasiswa yang menuntut KEK dan transparansi dana desa, pada 25 Mei 2017 lalu.

“Saat ini, M Rusdi dan Muji Al Furqan yang merupakan mahasiswa Unimal ditahan selama menjalani persidangan.  Itu tentunya dengan dakwaan telah melakukan pengrusakan atau memecahkan jendela kantor bupati.  Padahal ditubuh pemerintah sendiri, yakni Aceh Utara ada kasus besar, yakni kredit fiktif sebesar Rp7,5 miliar.  Begitu juga dengan Pemko Lhokseumawe, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lembu senilai Rp 14,5 miliar.  Dua kasus besar ini malah seperti diendapkan oleh para penegak hukum,”tegas orator di tugu rencong Kota Lhokseumawe.

Melihat ini, Forbesma menuntut, agar hakim segera memberikan penangguhan penahanan terhadap Muji dan Rusdi, karena dinilai tidak sesuai dengan pasal 21 KHAP.  Serta meminta hakim memutuskan vonis yang seadil adilnya.  [red]

 

 

- Advertisement -

Komentar
Loading...