Angkut Gas Elpiji Tanpa Dokumen, Ayah dan Anak Diamankan Polisi

LayarSatu, Aceh Utara – Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara mengamankan sebuah Mobil L-300 pickup warna hitam bermuatan gas elpiji 160 tabung, karena tidak memiliki dokumen yang sah.  Polisi juga mengamankan sopir  dan pemilik mobil pickup tersebut.

Informasinya, gas elpiji yang diamankan personel polisi itu diangkut dari Kabupaten Aceh Timur.  Saat melewati perbatasan dan masuk wilayah Aceh Utara, mobil tersebut dihentikan oleh petugas. Lalu polisi memeriksa dokumen dari gas elpiji yang dibawa oleh MU (18) warga Desa Tanjong Minje, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

“Gas elpiji itu diangkut oleh MU pada Kamis kemarin. Saat melintas di kawasan Gampong Keude Lubok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, petugas menghentikan mobil itu untuk memeriksa dokumen,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, Jumat (25/1/2019).

Sambung Rezki, karena tidak dilengkapi dokumen, MU bersama mobil dan barang bukti gas elpiji sebanyak 160 tabung tersebut, dibawa ke Polres Aceh Utara untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Mobil itu milik ID (41) ayah dari MU.  Dari pengakuannya, ID yang menyuruh anaknya untuk menjual gas secara eceran ke wilayah Aceh Utara. Harga beli di  Aceh Timur Rp 18 ribu per tabung,” terang Kasat Reskrim.

Saat ini, keduanya belum ditahan karena kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Namun secara aturan telah melanggar Pasal 53 huruf (b) dan d UU RI No 22 tahun 2001 Tentang Migas. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...