Presiden Jokowi Diminta Mencabut Remisi Kepada Pembunuh Wartawan

LayarSatu, Lhokseumawe –  Puluhan jurnalis dari berbagai media dan organisasi di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, menggelar aksi damai, Sabtu (26/1/2019), menolak pemberian remisi kepada terpidana pembunuh jurnalis di Bali. Aksi yag dihadiri oleh elemen mahasiswa dan juga pers mahasiswa ini diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe.

Puluhan jurnalis dan mahasiswa menggunakan poster yang bertuliskan penolakan terhadap kebijakan Presiden Jokowi yang menandatangani Keppres No. 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018.  Salah satu dari 115 yang diberikan remisi termasuk, Susrama yang merupakan terpidan pembunuh wartawan Radar Bali, Prabangsa pada 11 Februari 2009 lalu.

 

 

AJI menilai kebijakan presiden yang mengurangi hukuman itu melukai rasa keadilan tidak hanya keluarga korban, tapi jurnalis di Indonesia. Bahkan mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuhan keji terhadap jurnalis. Fakta persidangan jelas menyatakan bahwa pembunuhan ini terkait berita dan pembunuhannya dilakukan secara terencana. Susrama sudah dihukum ringan karena jaksa sebenarnya menuntutnya dengan hukuman mati, tapi hakim mengganjarnya dengan hukuman seumur hidup.

Mengingat inilah, puluhan peserta aksi meminta Presiden Joko Widodo mencabut keputusan presiden pemberian remisi terhadap Susrama. AJI menilai kebijakan semacam ini tidak arif dan memberikan pesan yang kurang bersahabat bagi pers Indonesia. AJI menganggap, tak diadilinya pelaku kekerasan terhadap jurnalis, termasuk juga memberikan keringanan hukuman bagi para pelakunya, akan menyuburkan iklim impunitas dan membuat para pelaku kekerasan tidak jera, dan itu bisa memicu kekerasan terus berlanjut.

“Kita sangat kecewa atas remisi yang diberikan oleh Presiden Jokowi terhadap pembunuh jurnalis.  Ini bukan kejahatan biasa, sebab berimplikasi kepada pembungkaman terhadap kebebasan pers di Indonesia,” ujar Agustiar Ketua AJI Lhokseumawe disela sela aksi.

 

 

Selain membawa poster tuntutan pencabutan remisi tersebut, peserta juga menggelar orasi di jalan protokol Kota Lhokseumawe secara bergantian.  Aksi damai itu juga ditutup dengan penanda tanganan petisi dukungan agar remisi terhadap pembunuh jurnalis segera dicabut.  Adapun yang ikut menandatangani petisi, perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara/Lhokseumawe, Perwakilan Persatuan Wartawan Aceh (PWA) serta organisasi mahasiswa, serta Persma dari Unimal dan IAIN Lhokseumawe. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...