Ormawa Unimal Minta Pemerintah Hentikan Kriminalisasi Pejuang Kemajuan Pertanian

LayarSatu, Lhokseumawe – Sejumlah perwakilan Organisasi Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Ormawa Unimal) menggelar aksi demo, Jumat (26/7/2019), terkait ditahannya salah seorang kepala desa di Kabupaten Aceh Utara oleh pihak Polda Aceh. Mahasiswa dalam aksinya meminta agar pemerintah dapat menangguhkan penahanan Tgk Munirwan yang disangkakan telah memproduksi dan mengedarkan secara komersil benih padi IF8 yang belum tersertifikasi.

Belasan mahasiswa ini berkumpul di halaman Mesjid Islamic Centre Lhokseumawe dengan berjalan kaki menuju Kantor Bupati Aceh Utara yang hanya.berjarak sekitar 300 meter. Para mahasiwa terlihat membawa sebuah spanduk dan melakukan orasi serta dikawal oleh sejumlah personel kepolisian.

Menurut Koordinator lapangan, Royhan, aksi tersebut dilakukan mahasiswa sebagai rasa kepedulian mereka tentang nasib petani dan kemajuan pertanian di daerah. Sehingga penahanan Geuchik Meunasah Rayeuk, Nisam, membuat perasaan para mahasiswa sangat kecewa. Sebab Tgk Munirwan merupakan seorang sosok pejuang kemajuan pertanian yang ada di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh umumnya.

Melihat kondisi inilah, para mahasiswa sepakat “turun ke jalan” untuk menggelar aksi simpatik kepada sang pembuat inovasi bagi kesejahteraan petani. Sebab saat ini Tgk Munirwan sedang ditahan dengan sangkaan telah memproduksi dan menjual benih tanpa label resmi atau tidak bersertifikat. Padahal hasil padi dari benih IF8 tersebut sangat baik dan mampu meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

Hanya butuh sekitar 10 menit, para mahasiswa tiba di halaman kantor Bupati Aceh Utara. Persis di depan pintu utama kantor bupati, para mahasiswa langsung melakukan orasi secara bergantian. Mereka menuntut agar bupati bertanggung jawab terhadap kondisi ditahannya seorang kepala desa di daerahnya. Selain itu juga meminta agar Bupati Aceh Utara mencopot sosok kepala dinas pertanian dan tanaman pangan di Aceh Utara.

Menindaklanjuti kasus ditahannya Tgk Munirwan, para mahasiswa mengeluarkan pernyataan sikap, yakni meminta menghentikan kriminalisasi pejuang kemajuan pertanian, meminta Polda Aceh memberikan penangguhan penahanan terhadap Geuchik Munirwan. Bukan itu saja, mahasiswa mendesak Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk segera mencabut laporannya di Polda Aceh.

Selain itu mendesak Pemerintah Aceh mencopot kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Serta mendesak Polda Aceh untuk memeriksa Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, terkait pengadaan benih senilai Rp 23 miliar.

BEM Unimal juga meminta Pemerintah Aceh harus membuat regulasi mekanisme pasar pertanian yang melindungi segenap Rakyat Aceh. Sementara Pemkab Aceh Utara diminta bertanggung jawab terhadap tata kelola pertanian di Aceh Utara. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...