Merasa Kesepian, Wanita Lajang Ini Diduga Cabuli 5 Anak di Bawah Umur

LayarSatu, Aceh Utara – Seorang wanita berinisial N (30) warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara ditahan oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Aceh Utara.  Wanita masih berstatus lajang ini diduga telah mencabuli 5 orang anak di bawah umur.  Para korban yang dicabuli tidak lain merupakan tetangga dari pelaku yang kini ditahan di Mapolres Aceh Utara.

Adapun 5 anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan, 3 anak perempuan serta 2 anak lelaki yang berusia 8 hingga 11 tahun.  Waktu dilakukannya pencabulan terhadap kelima korban berbeda-beda dan di waktu siang hari. Namun aksi pencabulan dilakukan menurut keterangan para korban dilakukan di kamar pelaku.

“Modus pelaku dengan cara membujuk menonton lagu dan video lainnya di telepon selular milik pelaku.  Serta memberikan uang Rp2 ribu dan diancam agar tidak memberitahukan kepada orang tua korban,”ujar Wakapolres Aceh Utara Kompol Edwin ALdro, didampingi Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah dan Kasubbag Humas AKP M Jafaruddin pada konferensi pers yang digelar pada Selasa (29/1/2019).

Awalnya kasus tersebut terbongkar karena salah seorang korban melaporkan kepada orang tuanya.  Lalu orang tua korban melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Dari pemeriksaan sementara, beberapa korban dicabuli lebih satu kali. Peristiwa pencabulan itu sendiri dilakukan oleh tersangka sejak tahun 2017, dan terakhir pada November 2018.

Sambungnya, Edwin mengatakan, tersangka ditangkap polisi pada tanggal 28 Januari 2019, sesuai laporan yang diterima tanggal 11 Desember 2018.  Mendapat laporan ini, penyidik memintai keterangan saksi-saksi serta berdasarkan petunjuk lainnya.

“Hasil penyidikan, pelaku mengarah kepada N, yang kini sudah ditahan. Lalu personel mengamankan pelaku serta sejumlah barang bukti lainnya, seperti baju milik korban, serta ponsel milik tersangka,”terang waka Polres Aceh Utara.

Saat dimintai keterangan, tersangka mengakui perbuatannya, tapi hanya satu kali.  Malah dirinya mengaku melakukan hal tercela tersebut karena tidak memiliki pasangan. Termasuk membenarkan kalau memberikan uang Rp2 ribu kepada korban.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka,”terang Edwin.

Akibat perbuatannnya, tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan/persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.  Yakni melanggar Pasal 81 Ayat (2) jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Tersangka terancam dipenjara maksimal 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar rupiah,” ujar Edwin kepada wartawan. [red]

- Advertisement -

Komentar
Loading...