Polisi Ungkap Kredit Fiktif 29 Milliar Rupiah

LayarSatu, Cilacap – Kepolisian Resor Cilacap, Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus pemalsuan dokumen dan penggelapan yang dilakukan oleh pimpinan salah satu bank swasta di kabupaten Cilacap. Modus pelaku yakni ajuan kredit fiktif pada suatu perusahaan jasa keuangan. Hal ini diungkapkan oleh  Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto pada konferensi pers terkait, Senin (28/1/19).

Menurut Djoko, pelaku berjumlah 2 orang yakni J (kepala cabang) dan H (direktur utama) salah satu bank swasta di Kabupaten Cilacap. Kedua pelaku sedang dalam  proses hukum, setelah dilakukan peyelidikan dan penyidikan. Tersangka diduga  melakukan kredit fiktif dengan anggunan surat berharga milik masyarakat yang sudah dianggunkan di bank. Sehingga Bank perkreditan tersebut mengalami kerugian 29 milliar Rupiah.

“Modus yang digunakan dengan memalsukan dokumen pengajuan kredit fiktif atau kredit topengan pada suatu perusahaan jasa keuangan. Sehingga masyarakat  dan perusahaan dirugikan sejumlah Rp29 milliar,”ujar Kapolres Cilacap.

Berkaca pada kasus ini, Djoko mengimbau agar masayarakat lebih selektif apabila berurusan dengan pihak perbankan. Termasuk mengecek benar-benar kredibilitas perbankan tersebut, agar tidak menjadi korban pengajuan kredit fiktif.

“Pelaku dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, tentang Perbankan dan Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun ke atas,” terang Kapolres. [tribrata]

- Advertisement -

Komentar
Loading...