Polisi Tapsel Bongkar Sindikat Penggelapan Ratusan Mobil

LayarSatu, Sumut – Polres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara berhasil membongkar sindikat penggelapan mobil dengan modus operandi menyewa (rental). Polisi berasil menangkap lima tersangka serta mengamankan delapan unit mobil berbagai merek.
Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini Adib, didampingi Wakapolres Tapsel Kompol Jumanto, Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP. Alexdander, menggelar konferensi pers terkait tindak pidana penggelapan yang saat ini sedang ditangai Sat Reskrim Polres Tapsel.
“Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan merayu para pemilik mobil agar bersedia disewa kendaraannya untuk dipakai sebuah perusahaan PLTA tersebut,” ujar Irwa Zaini Rabu (30/1/2019).
Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan sedang mengembangkan kasus ini untuk memburu para pelaku lainnya dan barang bukti mobil yang digelapkan oleh para pelaku. Modus operandi para pelaku yakni dengan dalih mengontrakkan mobil ke perusahaan dengan mengiming-imingi sewa Rp12 juta/bulan.
Sejauh ini, sebanyak 150 unit mobil yang digelapkan oleh para pelaku yang berada di wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan dan di wilayah hukum Polres lain. Seperti Polres Sibolga, Polres Tapanuli Tengah dan lainnya. Kurang lebih 100 Unit mobil jika ditotal keseluruhan kurang lebih 250 unit mobil yang telah digelapkan oleh para pelaku.
Adapun sejauh ini polisi telah mengamankan 5 pelaku, EN (25), SM (31), PH (42), TH (23) dan SK (41) serta barang bukti yang diamankan masing – masing Honda Mobilio, Toyota Avanza, Luxio, Sigra, Innova Reborn, Toyota Rush TRD, Agya dan Pajero Sport. Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka sudah melakukan aksi penipuan ini sejak Juli 2018 hingga awal 2019.
Barang bukti lainnya yang juga diamankan, stempel palsu atas nama perusahaan PLTA yang ada di wilayah Tapsel, handphone, beberapa TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor), kontrak kerja sama sewa kendaraan, dan sepucuk senpi.
Kasus penggelapan mobil sewa atau rental ini mulai terkuak usai salah seorang warga berinisial E melapor ke Polres Tapsel beberapa waktu lalu. Korban diperkirakan berkisar seratusan orang. Menyikapi hal ini, Polres Tapsel sudah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa kendaraannya disewakan untuk perusahaan PLTA itu.
“Masyarakat juga dipersilakan melihat mobil yang sudah kami sita,” ujar Kapolres. [tribrata]

- Advertisement -

Komentar
Loading...